00 55 22 66
info@senat.ung.ac.id
Kota Gorontalo, Gorontalo, INA. 96128
blog-img
04/02/2026

Orasi Ilmiah Prof Dr Suleman Bouti S Pd M Hum

memet | Pendidikan

GORONTALO - Orasi ilmiah Prof. Dr. Suleman Bouti, S.Pd., M.Hum. dengan berjudul “Ortografi dalam Masyarakat Tutur Minoritas” disampaikan dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Gorontalo pada (Selasa, 3/2), bertempat di gedung Auditorium UNG.

Dalam orasinya, Prof. Dr. Suleman Bouti, S.Pd., M.Hum menjelaskan bahwa Dari sudut sosiolinguistik ortografi, pilihan antara sistem dalam dan dangkal ini tidak pernah netral. Ortografi transparan mempercepat literasi awal, sementara ortografi opak menciptakan ketimpangan akses. Dengan demikian, ortografi bukan hanya medium bahasa, tetapi juga infrastruktur keadilan sosial (Sucena et al., 2023).

Kasus multiliterasi Gorontalo memberi pelajaran penting. Penutur bahasa ini hidup dalam dua sistem literasi historis—Latin dan Pegon—yang mereka gunakan sesuai konteks sosial: Latin untuk administrasi, Pegon untuk keagamaan, dan variasi komunitas untuk interaksi sehari-hari. Inilah yang disebut ekologi literasi cair: kondisi ketika variasi dianggap kekayaan, bukan penyimpangan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kriteria ortografi yang dapat diterima tidak hanya mengandalkan keakuratan fonetik, tetapi juga kemudahan penggunaan, aksesibilitas teknologi, dan penerimaan emosional masyarakat. Ortografi yang baik tidak memerlukan keterampilan teknis tinggi, dapat diakses melalui papan ketik umum, dan diakui secara partisipatif oleh komunitas penuturnya (Feit et al., 2021; Nguy? n et al., 2023).Ia bukan sekadar alat baca-tulis, tetapi wujud dari kepemilikan budaya.

Maka, kriteria ortografi yang dapat diterima tidak hanya mengandalkan keakuratan fonetik, tetapi juga kemudahan penggunaan, aksesibilitas teknologi, dan penerimaan emosional masyarakat. Ortografi yang baik tidak memerlukan keterampilan teknis tinggi, dapat diakses melalui papan ketik umum, dan diakui secara partisipatif oleh komunitas penuturnya (Feit et al., 2021; Nguy? n et al., 2023). Ia bukan sekadar alat baca-tulis, tetapi wujud dari kepemilikan budaya.

Dengan demikian, tugas kita sebagai ilmuwan linguistik bukanlah menentukan mana yang “benar,” melainkan memahami bagaimana sistem tulisan menjadi ruang negosiasi antara masa lalu dan masa depan, antara keaslian dan adaptasi, Antara suara individu dan institusi. Ortografi adalah bentuk keberadaan sosial bahasa;

Sidang Terbuka Senat Universitas Negeri Gorontalo berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Ketua Senat, Rektor, anggota senat, sivitas akademika, serta para undangan. Orasi ilmiah ini menegaskan komitmen dunia akademik dalam menjaga keberlanjutan bahasa-bahasa minoritas sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya bangsa.

Bagikan Ke:

Populer